h1

Maret 9, 2010
h1

Congratulations Obama from Batam

November 6, 2008

harry-ft Selamat Atas Kesuksesan Anda, Bapak Barack  Obama presiden Amerika serikat periode 2009 -2014 , yang menurut saya, beliau mampu untuk mewujudkan keinginan umat manusia dan Warga Amerika serikat pada khususnya, dalam kehidupan yang damai dan tentram, tidak adanya peperangan, tidak adanya kerusuhan yang berkepanjangan, itu komitment beliau dan itu harapan seluruh warga amerika serikat serta dunia pada umumnya, saya berharap dan mendoakan agar  beliau tetap tumbuh dengan kesederhanaannya, tetap komit dalam janji – janjinya, tetap sukses dalam cita-cita dan harapan nya…….selamat menjadi presiden amerika

h1

Jadi Menurut Anda….

Agustus 4, 2008

Sesuatu yang tak pernah terfikirkan sebelumnya terjadi di dalam cerita lucu ini. Entah kebodohan atau kekeliruan, tetapi nyatanya ada hal yang lucu terjadi.

Seorang pelancong Australia terlihat ragu ketika berada di ujung Jl. H. Eman tempatnya menginap. Untuk menjawab keraguannya, Dia kemudian bertanya pada seorang bocah yang lewat di hadapannya.
“Maaf dik, Numpang Nanya.. Apa betul ini jalan H. Eman?,” tanyanya dalam bahasa Indonesia yang baru saja dipelajari.
Si kecil itu mengangguk sambil menjawab, “ha’ah”
Pelancong itu tidak faham dengan perkataan ‘ha’ah’. Namun anak kecil itu mengangguk, dia yakin bahwa jawabannya itu artinya betul. Namun demikian dirinya masih dalam kebingungan dan masih curiga akan jawaban anak kecil tadi.
“Maaf dik.. tumpang tanya… Apa betul nama jalan ini adalah Jl. H Eman?,” tanyanya kembali pada seorang remaja di hadapannya.
Remaja itu pun mengangguk sambil menjawab, “Benar”
Namun demikian pelancong itu tidak juga memahami perkataan ‘benar’. Tapi karena remaja itu mengangguk, dia yakin jawaban itu artinya betul. Tapi si pelancong itu masih juga belum puas.
“Maaf encik.. saya tumpang tanya… Apa betul nama jalan ini Jl H. Eman?,” tanyanya pada pria dewasa. Pria itu pun mengangguk sambil menjawab, “Betul.”
Baru akhirnya pelancong itu merasa puas, tapi masih keheranan mengapa tiga jawaban itu berlainan. Untuk kepastian si Pelancong sekalian menanyakan hal itu pada pria dewasa ini.
“Saya bingung, tadi saya bertanya kepada anak kecil, tapi jawabannya ‘ha’ah’, lalu saya bertanya pada seorang remaja dan jawabannya ‘benar’. Terakhir saya bertanya kepada anda, jawaban anda ‘betul’, dan semuanya mengangguk. Sebenarnya mana yang betul?,” jelas sang Pelancong.
“Oh, itu maksudnya sama aja, kalau yang menjawab ‘ha’ah’ berarti latar belakang pendidikannya sekolah rendah. Kalau yang menjawab ‘benar’, orang itu latar belakang pendidikannya pasti sekolah menengah. Dan kalau yang menjawab ‘betul’ itu pastinya orang itu adalah sarjana,” jawab orang dewasa itu.
“Jadi.. anda tadi menjawab ‘betul’, berarti Anda seorang sarjana ya?,” tanya Pelancong lagi..
Orang dewasa ini terus mengangguk sambil menjawab, “ha’ah!”

Kutipan dari Sohib ku ” n_marlina “

h1

Geeram…

Juni 11, 2008
  Tubuhku merangkak disela-sela hiruk pikuknya waktu.
mendesah lemah tak beraturan
meringis,tapi tak merasakan kesakitan, namun perih..
gejolak ,luapan emosi .....Geeram..
ku...terdiam ..lemas...
mengapa ketidak adilan itu... selalu merdeka..
mengapa ketidak adilan itu selalu ...bebas..
mengapa ketidak adilan itu selalu berjalan di jalan 
Bebas Hambatan...
mengapa.....?
Mengapa keadilan itu ...selalu susah....
mengapa keadilan itu selalu menderita.....
mengapa keadilan itu selalu tertindas...
mengapa.....?
Kusadari........untuk suatu kejujuran, kedamaian, keadilan,
ternyata Mahal sekali....
Untuk suatu kejujuran itu harus mati!!...
Untuk suatu kejujuran itu harus .....tahan ditindas,
sengsara, merana, terhina,dan tahan nyawa tak ada.. 
maka jangan engkau...berani untuk jujur kalau tidak mau ......badan mu 
terkujur kaku...di peti mati. 
geeram...
hati kumeraung..
batinku Menangis....
kini menengadah ku kepada mu... 
memohon keadilan hakiki....yang engkau ridhoi...
By: Ontey
h1

Sunyi

Juni 10, 2008

Sunyi ?
Sunyi itu indah
sunyi itu sejuk
sunyi itu penuh ketenangan
sunyi itu penuh inspirasi
sunyi itu penuh mawasdiri

sunyi tempatku untuk bertawakal kepadaNya
sunyi tempatku mengadu kepadaNya
sunyi tempatku pasrah dan mengakui keAgungan Nya
sunyi tempatku agar aku tau aku bukan apa -apa

Sunyi tempat orang banyak mengadu
sunyi tempat orang berpikir jernih
sunyi tempat orang mengambil keputusan
sunyi itu bukan untuk ditakuti
sunyi itu bukan asa yang harus diperdebatkan
Jangan salahkan sunyi……
Sunyi itu Anugerah ……Syukurilah
Amienn..
 By. ontey

h1

1 Lagi Hati Nurani, Hilang!!!!!

Juni 10, 2008

Astaugfirullah,….aku kaget. Kenapa tidak,… tepat didepanku terkapar dua tubuh yang bergelumuran darah, dengan kondisi hampir tidak sadarkan diri dan meriang kesakitan…. namun peristiwa itu terjadi setelah beberapa menit sebelum kami datang, peristiwa kecelakaan di pagi buta,di jembatan simpang empat ” Simpang jam ” baloi, tanggal 20 mei 2008, tepat di hari 100 tahun kebangkitan nasional  ( Libur ) dua orang tersebut kelihatannya sebagai seorang operator di perusahaan galangan kapal yang terlihat sekilas di bad namenya yang masih tergantung di saku bajunya, Kondisi saat itu, mereka sama-sama meggunakan sepeda motor namun kondisi saat ini helm mereka itu terpisah dari kepala ….entah terbang kemana, saya berfikir, mungkin kecelakaan ini sungguh dahsyat, atau mereka tidak menggunakan tali pengaman helm tersebut,

Namun demikian nasi telah menjadi bubur, kepala di kedua orang ini mengeluarkan darah segar, tapi yang lbih memilukan hatiku ini adalah, Tiadanya kepedulian orang disekitar kejadian tersebut, mereka hanya melihat,tidak adanya keinginan untuk menolong kedua korban kecelakaan itu. Saya geram…… ” koq pada diliatin aja, …..tolong dong” saya kebetulan pada waktu itu bersama istri dan anak saya ALYA yang baru berumur 11 bulan, juga mengendarai sepeda motor yang juga ingin menghadiri acara ” 100 tahun kebangkitan nasional “di alun – alun pemko Batam ” Dataran Engku Putri ” . ” ayo…….bersama kita angkat orang ini,…kita bawa ke  tepi atau kita bawa langsung ke rs. Awal bross di seberang sana,”kembali ku berkata dengan nada agak bergetar geram,….barulah mereka yang sedari tadi melihat, mulai ikut membantu menolong para korban kecelakaan tersebut.

Perlahan -lahan ku baringkan kepala yang berdarah itu dengan hati-hati dan dialaskan dengan beberapa pucuk daun, supaya lebih tinggi dari badan dan sedikit membantu berkurangnya darah yang keluar dari kepala tersebut…yeah mo gimana lagi kondisi saat itu disana hanya ada tanaman jalan ( pohon penghijauan ).

namun aku juga tidak bisa berlama- lama disana karena bpk. Walikota yang membuka acara hari kebangkitan nasional tersebut. aku bersama keluarga mulai beranjak melanjutkan perjalanan ke Batam centre.

Didalam Hatiku ini banyak sekali pertanyaan………………….kenapa  orang disitu koq begitu tega melihat orang yang tertimpa musibah,…hampir -hampir mereka tak peduli ……..atas apa yang terjadi pada kedua korban itu. apakah mereka sudah tidak punya lagi hati nurani …..apakah mereka sudah tidak punya …..rasa kemanusiaan sih,……. apakah ……penyakit itu sudah mulai merambah ke seluruh penjuru tanah air….atau mereka sudah mati rasa  terhadap kepedulian akan sesama…….tanpa terasa air mataku berlinang di pipi…..kalau sudah begini …apa arti nya …… kalimat ” Pancasila ” yang selalu di elu – elukan masyarakat indonesia, apa artinya kebangkitan nasional itu kita peringati ……kalau hanya untuk seremonial belaka…..apa…artinya kita ……..hidup bermasyarakat ……kalau kita sudah tidak peduli lagi akan sesama……

maka ……..saya berpendapat ” Tunggulah saatnya Indonesia akan hancur 10 tahun lagi, …karena apa?….

Karena kita sudah tidak punya hati, sudah tidak punya perasaan, sudah tidak punya kepedulian akan sesama,……..kita egois, …..serakah…..ingin menang sendiri….penipu…..pembohong….idialis….tidak pernah puas atas pa yang diberikan oleh yang maha kuasa……selalu .dan suka melanggar …..atas larangannya…..” MAKA ..tunggulah kehancurannya……sebagai mana firman Allah SWT dalam Surat Alquran tersebut.

Apakah….kita ingin menanti kehancuran itu?……di depan mata kita …..orang saling membunuh…..merampok….didepan mata kita sendiri melihat …..keluarga yang kita cintai diperkosa orang …dan di mata kepala kita sendiri ….melihat…perlakuan yang tidak manusiawi….akan kah ….kita Mau?.. Apakah kita tidak menginginkan kedamaian…….saling membantu kepada sesama, saling hormat -menghormati  antar umat beragama, saling meletakan pemikiran bahwa meletakan kepentingan umum di atas kepentingan pribadi…..

mudah -mudahan Indonesia ku tetap ada, tetap tumbuh, tetap berjaya, tetap harum dimata dunia,……..hidup Indonesiaku…….” MERDEKA “

h1

Terima Kasih,adheline

Mei 14, 2008

Ollieta, maaf ya aku mengutip Cerita bijak tentang kehidupan dari adheline untuk kamu, mudah – mudahan Pengalaman ini  bisa dtiru oleh banyak orang dan dunia ini akan bahagia,…

\Telaga Hati
Suatu hari seorang tua bijak didatangi seorang pemuda yang sedang dirundung masalah. Tanpa membuang waktu pemuda itu langsung menceritakan semua masalahnya.
Pak tua bijak hanya mendengarkan dgn seksama, lalu ia mengambil segenggam serbuk pahit dan meminta anak muda itu untuk mengambil segelas air. Ditaburkannya serbuk pahit itu ke dalam gelas, lalu diaduknya perlahan.
“Coba minum ini dan katakan bagaimana rasanya “, ujar pak tua.
“Pahit, pahit sekali “, jawab pemuda itu sambil meludah ke samping. Pak tua itu tersenyum, lalu mengajak tamunya ini untuk berjalan ke tepi telaga belakang rumahnya. Kedua orang itu berjalan berdampingan dan akhirnya sampai ke tepi telaga yg tenang itu. Sesampai disana, Pak tua itu kembali menaburkan serbuk pahit ke telaga itu, dan dgn sepotong kayu ia mengaduknya.
“Coba ambil air dari telaga ini dan minumlah.” Saat si pemuda mereguk air itu, Pak tua kembali bertanya lagi kepadanya, “Bagaimana rasanya ?”
“Segar “, sahut si pemuda.
“Apakah kamu merasakan pahit di dalam air itu ?” tanya pak tua.
“Tidak, ” sahut pemuda itu.
Pak tua tertawa terbahak-bahak sambil berkata: “Anak muda, dengarkan baik-baik. Pahitnya kehidupan, adalah layaknya segenggam serbuk pahit ini, tak lebih tak kurang. Jumlah dan rasa pahitnyapun sama dan memang akan tetap sama. Tetapi kepahitan yg kita rasakan sangat tergantung dari wadah yang kita miliki.? Kepahitan itu akan didasarkan dari perasaan tempat kita meletakkannya. Jadi saat kamu merasakan kepahitan dan kegagalan dalam hidup, hanya ada satu yg kamu dapat lakukan; lapangkanlah dadamu menerima semuanya itu, luaskanlah hatimu untuk menampung setiap kepahitan itu.”
Pak tua itu lalu kembali menasehatkan : “Hatimu adalah wadah itu. Perasaanmu adalah tempat itu. Kalbumu adalah tempat kamu menampung segalanya.? Jadi jangan jadikan hatimu seperti gelas, buatlah laksana telaga yg mampu menampung setiap kepahitan itu, dan merubahnya menjadi kesegaran dan kedamaian.”
Karena Hidup adalah sebuah pilihan..mampukah kita jalani kehidupan dengan baik sampai ajal kita menjelang..?
belajar bersabar menerima kenyataan adalah yang terbaik.
Renungan:
———–
Hidup mengajari kita secara diam-diam. Semakin kesal kita pada hidup ini semakin jauh kita darinya. Tiada yang lebih baik kita lakukan pada hidup ini selain belajar dengan sabar untuk menerima apa adanya.

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.