
1 Lagi Hati Nurani, Hilang!!!!!
Juni 10, 2008Astaugfirullah,….aku kaget. Kenapa tidak,… tepat didepanku terkapar dua tubuh yang bergelumuran darah, dengan kondisi hampir tidak sadarkan diri dan meriang kesakitan…. namun peristiwa itu terjadi setelah beberapa menit sebelum kami datang, peristiwa kecelakaan di pagi buta,di jembatan simpang empat ” Simpang jam ” baloi, tanggal 20 mei 2008, tepat di hari 100 tahun kebangkitan nasional ( Libur ) dua orang tersebut kelihatannya sebagai seorang operator di perusahaan galangan kapal yang terlihat sekilas di bad namenya yang masih tergantung di saku bajunya, Kondisi saat itu, mereka sama-sama meggunakan sepeda motor namun kondisi saat ini helm mereka itu terpisah dari kepala ….entah terbang kemana, saya berfikir, mungkin kecelakaan ini sungguh dahsyat, atau mereka tidak menggunakan tali pengaman helm tersebut,
Namun demikian nasi telah menjadi bubur, kepala di kedua orang ini mengeluarkan darah segar, tapi yang lbih memilukan hatiku ini adalah, Tiadanya kepedulian orang disekitar kejadian tersebut, mereka hanya melihat,tidak adanya keinginan untuk menolong kedua korban kecelakaan itu. Saya geram…… ” koq pada diliatin aja, …..tolong dong” saya kebetulan pada waktu itu bersama istri dan anak saya ALYA yang baru berumur 11 bulan, juga mengendarai sepeda motor yang juga ingin menghadiri acara ” 100 tahun kebangkitan nasional “di alun – alun pemko Batam ” Dataran Engku Putri ” . ” ayo…….bersama kita angkat orang ini,…kita bawa ke tepi atau kita bawa langsung ke rs. Awal bross di seberang sana,”kembali ku berkata dengan nada agak bergetar geram,….barulah mereka yang sedari tadi melihat, mulai ikut membantu menolong para korban kecelakaan tersebut.
Perlahan -lahan ku baringkan kepala yang berdarah itu dengan hati-hati dan dialaskan dengan beberapa pucuk daun, supaya lebih tinggi dari badan dan sedikit membantu berkurangnya darah yang keluar dari kepala tersebut…yeah mo gimana lagi kondisi saat itu disana hanya ada tanaman jalan ( pohon penghijauan ).
namun aku juga tidak bisa berlama- lama disana karena bpk. Walikota yang membuka acara hari kebangkitan nasional tersebut. aku bersama keluarga mulai beranjak melanjutkan perjalanan ke Batam centre.
Didalam Hatiku ini banyak sekali pertanyaan………………….kenapa orang disitu koq begitu tega melihat orang yang tertimpa musibah,…hampir -hampir mereka tak peduli ……..atas apa yang terjadi pada kedua korban itu. apakah mereka sudah tidak punya lagi hati nurani …..apakah mereka sudah tidak punya …..rasa kemanusiaan sih,……. apakah ……penyakit itu sudah mulai merambah ke seluruh penjuru tanah air….atau mereka sudah mati rasa terhadap kepedulian akan sesama…….tanpa terasa air mataku berlinang di pipi…..kalau sudah begini …apa arti nya …… kalimat ” Pancasila ” yang selalu di elu – elukan masyarakat indonesia, apa artinya kebangkitan nasional itu kita peringati ……kalau hanya untuk seremonial belaka…..apa…artinya kita ……..hidup bermasyarakat ……kalau kita sudah tidak peduli lagi akan sesama……
maka ……..saya berpendapat ” Tunggulah saatnya Indonesia akan hancur 10 tahun lagi, …karena apa?….
Karena kita sudah tidak punya hati, sudah tidak punya perasaan, sudah tidak punya kepedulian akan sesama,……..kita egois, …..serakah…..ingin menang sendiri….penipu…..pembohong….idialis….tidak pernah puas atas pa yang diberikan oleh yang maha kuasa……selalu .dan suka melanggar …..atas larangannya…..” MAKA ..tunggulah kehancurannya……sebagai mana firman Allah SWT dalam Surat Alquran tersebut.
Apakah….kita ingin menanti kehancuran itu?……di depan mata kita …..orang saling membunuh…..merampok….didepan mata kita sendiri melihat …..keluarga yang kita cintai diperkosa orang …dan di mata kepala kita sendiri ….melihat…perlakuan yang tidak manusiawi….akan kah ….kita Mau?.. Apakah kita tidak menginginkan kedamaian…….saling membantu kepada sesama, saling hormat -menghormati antar umat beragama, saling meletakan pemikiran bahwa meletakan kepentingan umum di atas kepentingan pribadi…..
mudah -mudahan Indonesia ku tetap ada, tetap tumbuh, tetap berjaya, tetap harum dimata dunia,……..hidup Indonesiaku…….” MERDEKA “









